Dekan Teknik Minta Dinas PUPR Kaji Akses Masuk Taman Untan yang Baru

Dekan Teknik Minta Dinas PUPR Kaji Akses Masuk Taman Untan yang Baru

ekan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, Dr rer nat Ir RM Rustamaji MT ikut serta dalam rapat koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pontianak, dan jajaran pengurus Untan perihal pembaharuan ruang terbuka hijau taman Untan pada Selasa (3/10).

Pasalnya, pemanfaatan lahan yang dimiliki oleh Untan untuk ruang terbuka hijau bagi publik kali ini lokasinya berdekatan dengan fasilitas pembelajaran yakni tepat didepan Fakultas Teknik.

Dalam presentasinya, Dinas PUPR memberlakukan dua akses masuk ke taman yaitu melalui gerbang Untan dan Politeknik Negeri Pontianak, serta satu pintu masuk dari Ahmad Yani khusus bagi pejalan kaki. Mereka juga merencanakan penataan lahan parkir dibagian taman yang tepat bersebelahan dengan gerbang Polnep.

Secara keseluruhan, Rustamaji menyambut baik program pembangunan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Pontianak ini. Namun, ia meminta agar pihak Dinas mengkaji kembali perihal akses menuju taman.

“Harapannya kalau kita memang mempunyai area parkir yang cukup, orang parkir ditempatnya kemudian ke taman itu ya cukup dengan berjalan kaki. Jangan benar-benar ditamannya itulah tempat parkirnya nanti bisa repot,” kata Rustamaji.

Dengan begitu, tujuan terciptanya taman tersebut bisa terpenuhi tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar yang ada di Untan, khususnya Fakultas Teknik. Karena itulah pertemuan hari ini diharapkan kedua belah pihak bisa saling berkoordinasi agar hal yang ditakutkan tersebut tidak terjadi.

Secara besaran lahan, ia merasa taman Untan cukup bisa menampung beberapa konsep yang dipresentasikan oleh Dinas PUPR, hingga tidak sampai menyentuh kawasan Fakultas Teknik. Namun lumrahnya dimana ada sesuatu yang baru, disitu akan menjadi sasaran keramaian.

Konsentrasi massa inilah yang dikhawatirkan Rustamaji dapat membuat masyarakat yang datang tidak kebagian tempat untum parkir kendaraan, sehingga merangsek ke kawasan Fakultas Teknik. Belum lagi dirinya tidak melihat adanya bangunan toilet dalam presentasi penataan taman Untan dari Dinas PUPR tersebut.

“Kalau tidak ada, orang mau buang air nanti larinya ke kampus. Kemudian parkirnya nggak cukup lalu parkir di areal kampus,” ucapnya.

Jika itu terjadi maka akan cukup merepotkan mengingat jumlah mahasiswa Fakultas Teknik sendiri sudah cukup banyak. Pada Jumat dan Sabtu bahkan bisa terkonsentrasi hingga lebih dari 250 orang mahasiswa yang berada dilingkungan kampus. Apalagi sebagian besar mereka memiliki kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat.

“Mahasiswa Fakultas Teknik yang menggunakan mendaraan roda empat sendiri jumlahnya pun sudah cukup banyak,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *