Prestasi & Aktivitas Mahasiswa


Tim HEMAT Universitas Tanjungpura Raih Juara 1 Kategori Esai Kideco Innovation Challenge 2026

2026-08-14

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim HEMAT yang terdiri atas Afiq Haikal, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, dan Ikbal Sawaludin, mahasiswa Program Studi Informatika, berhasil meraih Juara 1 Kategori Esai dalam Kideco Innovation Challenge (KIC) 2026.

Kideco Innovation Challenge 2026 merupakan kompetisi inovasi mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Kideco Jaya Agung bekerja sama dengan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI), Institut Teknologi Kalimantan (ITK), dengan mengusung tema “Accelerating Sustainable Mining & Energy through AI-IoT Integration.”

Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan pemecahan masalah, serta gagasan inovatif dalam menjawab tantangan industri pertambangan dan energi berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

KIC 2026 diikuti oleh 84 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan mempertandingkan tiga kategori, yaitu Hackathon, Prototype, dan Essay. Pada kategori Essay, peserta ditantang menghadirkan gagasan yang kritis, solutif, dan aplikatif berbasis AI dan IoT yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan serta mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Babak Grand Final KIC 2026 diselenggarakan secara luring di Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan, pada 5–8 Agustus 2026. Dari seluruh peserta kategori Essay, lima tim terbaik hasil seleksi karya berkesempatan mempresentasikan dan mempertahankan gagasannya di hadapan Dewan Juri.

Kolaborasi Teknik Elektro dan Informatika

Tim HEMAT beranggotakan dua mahasiswa Fakultas Teknik UNTAN dari bidang keilmuan yang berbeda. Afiq Haikal, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, bertindak sebagai Ketua Tim. Ia memiliki minat pada bidang Artificial Intelligence, IoT, dan sistem kontrol serta aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, kepanitiaan, dan kompetisi.

Dalam pengembangan karya HEMAT, Afiq berperan sebagai perancang sistem yang berfokus pada optimasi efisiensi bahan bakar dan upaya dekarbonisasi pada truk hauling pertambangan.

Sementara itu, Ikbal Sawaludin, mahasiswa Program Studi Informatika, berperan sebagai anggota tim sekaligus pengembang sistem HEMAT. Ikbal memiliki minat pada bidang Artificial Intelligence, IoT, machine learning, komputasi, dan pengembangan perangkat lunak. Ia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan berbagai karya teknologi, termasuk sebagai penerima pendanaan PKM-KC.

Kolaborasi antara Teknik Elektro dan Informatika menjadi salah satu kekuatan utama Tim HEMAT dalam mengembangkan gagasan yang mengintegrasikan sistem kendali, sensor, Internet of Things, edge computing, dan Artificial Intelligence.

HEMAT, Inovasi AI dan IoT untuk Efisiensi Truk Hauling

Gagasan HEMAT berangkat dari permasalahan efisiensi penggunaan bahan bakar pada operasional truk hauling di industri pertambangan. Armada truk hauling pada umumnya telah dilengkapi sistem telematika yang mampu merekam berbagai data operasional, seperti konsumsi bahan bakar, RPM, posisi gear, jam operasi, payload, dan kondisi mesin.

Namun, data tersebut pada dasarnya masih dimanfaatkan untuk kebutuhan pemantauan dan analisis. Melalui HEMAT, Tim mengusulkan pengembangan sistem yang dapat memberikan rekomendasi throttle secara real-time berdasarkan kondisi aktual muatan, kendaraan, dan medan yang dilalui.

HEMAT merupakan singkatan dari Hauling Efficiency Management Through Adaptive Throttle, sebuah sistem pendukung keputusan yang memanfaatkan integrasi AI dan IoT. Sistem ini menggabungkan informasi mengenai muatan aktual, kemiringan medan, serta data operasional kendaraan untuk menghasilkan rekomendasi throttle dan gear yang lebih sesuai dengan kondisi kendaraan secara real-time.

Pada sisi sensing, HEMAT mengusulkan penggunaan Fiber Bragg Grating (FBG) untuk mengukur muatan, MEMS inclinometer untuk membaca kemiringan ramp, data dari CAN Bus dan telematika OEM, serta kombinasi GPS/IMU untuk membantu pemetaan profil jalan.

Data dari berbagai sumber tersebut selanjutnya diproses menggunakan Kalman filter dan menjadi masukan bagi algoritma Deep Q-Network (DQN). Model AI dirancang untuk dijalankan pada perangkat edge computing berbasis NVIDIA Jetson Orin NX sehingga proses inferensi dapat dilakukan langsung pada kendaraan tanpa sepenuhnya bergantung pada koneksi internet.

HEMAT juga menggunakan pendekatan human-in-the-loop, sehingga rekomendasi yang dihasilkan oleh sistem AI berfungsi sebagai pendukung keputusan, sementara keputusan akhir tetap berada pada operator kendaraan.

Potensi Penghematan Bahan Bakar dan Pengurangan Emisi

Berdasarkan kajian yang dilakukan Tim HEMAT, penerapan sistem tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon pada operasional truk hauling.

Pada skenario efisiensi rata-rata sebesar 12 persen, kajian HEMAT memproyeksikan potensi penghematan sekitar 20,46 juta liter diesel per tahun dan pengurangan emisi sekitar 33.960 ton CO₂eq per tahun. Sementara itu, pada skenario efisiensi sebesar 15 persen, potensi pengurangan emisi diproyeksikan mencapai sekitar 42.450 ton CO₂eq per tahun.

Dari sisi ekonomi, karya HEMAT memperkirakan kebutuhan investasi sekitar Rp63,7 miliar untuk penerapan pada 662 unit truk. Investasi tersebut mencakup perangkat edge computing, sensor, integrasi CAN Bus, perangkat lunak, instalasi, serta pelatihan operator dan supervisor.

Dengan asumsi efisiensi rata-rata sebesar 12 persen, kajian tersebut memproyeksikan penghematan bersih sekitar Rp506 miliar per tahun dengan estimasi waktu pengembalian investasi kurang dari dua bulan.

Angka-angka tersebut merupakan proyeksi berdasarkan asumsi dan perhitungan dalam karya Tim HEMAT. Oleh karena itu, penerapan pada kondisi operasional nyata tetap memerlukan validasi lebih lanjut melalui tahap pilot project dan pengujian lapangan.

Raih Juara 1 Kategori Esai

Setelah melalui tahap penyisihan dan berhasil masuk sebagai salah satu dari lima tim terbaik kategori Essay, Tim HEMAT mempresentasikan gagasannya pada babak Grand Final Kideco Innovation Challenge 2026 di Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan.

Pada tahap final, peserta dinilai berdasarkan kualitas solusi, kedalaman analisis, serta kelayakan dan kesesuaian metode yang digunakan.

Hasil akhir kompetisi menempatkan Tim HEMAT Universitas Tanjungpura sebagai Juara 1 Kategori Esai Kideco Innovation Challenge 2026.

Prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Afiq Haikal dan Ikbal Sawaludin dalam mengembangkan gagasan lintas disiplin untuk menjawab permasalahan nyata di industri pertambangan.

Keberhasilan Tim HEMAT juga menunjukkan bahwa kolaborasi lintas bidang keilmuan di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dapat menghasilkan gagasan inovatif yang mengintegrasikan teknologi, efisiensi industri, dan keberlanjutan lingkungan.

Afiq Haikal selaku Ketua Tim berharap gagasan yang dikembangkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan melalui riset, pengujian, dan kolaborasi dengan dunia industri.

“Kami berharap, gagasan yang dikembangkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan melalui riset, pengujian, dan kolaborasi dengan dunia industri sehingga memiliki peluang untuk memberikan manfaat nyata bagi sektor pertambangan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Afiq.

Prestasi Tim HEMAT menjadi salah satu bukti kontribusi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk mendukung transformasi industri yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.